Kecelakaan Maut

Kecelakaan Maut Di Jalan Tol, Istri DPRD Sulsel Tewas

Kecelakaan Maut Kembali Mengguncang Warga Di Sulawesi Selatan. Pada Sabtu Siang, 21 Februari 2026, Sebuah Kecelakaan Tunggal di Jalan Tol Reformasi Makassar menewaskan seorang perempuan yang di ketahui merupakan istri dari seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan. Korban, Wardana Mamung (47), adalah istri dari Capt Hariadi, anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai NasDem. Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 13.53 WITA di kilometer 7+200 ruas tol tersebut.

Kronologi Kecelakaan Maut

Menurut keterangan yang di himpun dari pihak kepolisian, Wardana mengendarai sebuah Toyota Raize berwarna putih dengan nomor polisi DD 1305 WA. Saat melaju dari arah barat menuju timur — di duga menuju pintu masuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin — mobil di duga “out of control” atau kehilangan kendali.

Mobil yang di tumpangi Wardana kemudian oleng ke sebelah kiri dan menabrak pagar pembatas beton jalan tol serta sebuah pohon. Benturan terjadi dengan sangat keras sehingga mobil mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan samping, dengan kaca depan pecah dan bodi kendaraan ringsek berat.

Keluarga dan Korban Lain

Dalam kecelakaan itu, selain Wardana yang tewas, terdapat penumpang lain yang merupakan putrinya, bernama Siti Fatimah Anggun HB (16–19 tahun dalam laporan berbeda). Anak korban mengalami luka patah tulang pada tangan kiri akibat benturan keras dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jenazah Wardana yang di bungkus kantong mayat di sisi jalan tol. Dalam video tersebut, terlihat pula seorang perempuan yang di duga adalah anak korban menangis histeris sambil memanggil nama ibunya, sebuah momen mengiris hati yang menggambarkan duka mendalam keluarga yang di tinggalkan.

Reaksi Pihak DPRD Sulsel

Menanggapi peristiwa tragis ini, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Ia mengonfirmasi bahwa informasi tersebut diperoleh secara langsung dari Kapolrestabes Makassar. Dan menyampaikan harapan agar keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan serta keikhlasan menghadapi musibah ini.

Ucapan duka cita juga datang dari sejumlah kolega legislator dan pejabat setempat yang merasa terpukul dengan kejadian tersebut. Mengingat Wardana di kenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

Penyelidikan Polisi

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kecelakaan tersebut. Kasat Lantas, AKBP Andi Husnaeni, menjelaskan bahwa proses olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi. Serta pengumpulan bukti tengah di lakukan guna mendapatkan gambaran menyeluruh atas insiden ini.

Penyelidikan ini mencakup pemeriksaan rekaman kamera CCTV tol. Serta wawancara dengan petugas jalan tol dan saksi mata yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. Namun hasil penyelidikan ini di harapkan dapat memberikan kejelasan apakah faktor kondisi jalan. Sehingga kecepatan kendaraan, cuaca, atau human error menjadi penyebab utama kecelakaan.

Tinjauan Keselamatan Berkendara di Jalan Tol

Kecelakaan tunggal seperti ini seringkali menjadi pengingat betapa pentingnya keselamatan berkendara, terutama pada ruas tol yang memiliki kecepatan tinggi. Faktor seperti kecepatan yang tidak sesuai, kondisi jalan licin akibat cuaca, serta kurangnya konsentrasi pengemudi sering di sebut sebagai penyebab utama kecelakaan serupa di berbagai daerah.

Pihak pengelola tol juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan rambu-rambu keselamatan, marka jalan. Dan kondisi fisik jalan selalu dalam kondisi baik untuk meminimalisir risiko kecelakaan. Maka masyarakat turut diimbau untuk selalu menjaga kecepatan sesuai limit yang ditentukan. Menggunakan sabuk pengaman, serta tidak mengemudi dalam keadaan lelah atau terganggu konsentrasinya.